Rabu, 18 November 2009 | 13:48 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com — Hujan deras yang terjadi di Jakarta belakangan ini tampaknya telah membuat was-was 108 sekolah yang berada di daerah rawan banjir. Mereka khawatir kegiatan belajar mengajar (KBM) akan terganggu jika ruang kelas mereka digenangi air, seperti terjadi pada tahun sebelumnya.
Seperti di SMPN 122 Jakarta Utara, setiap kali musim hujan, genangan air selalu terjadi di sana hingga masuk ke dalam ruang kelas. Praktis KBM pun sering terganggu.
Berdasarkan data Dinas Pendidikan DKI, ke-108 sekolah rawan banjir itu masing-masing terdapat di Jakarta Timur (26 sekolah), Jakarta Pusat (12), Jakarta Utara (66), Jakarta Barat (2), dan Jakarta Selatan (2). Sekolah rawan banjir ini meliputi SD, SMP, dan SMA.
Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Taufik Yudi Mulyanto mengatakan, sejauh ini sudah dilakukan berbagai antisipasi terhadap sekolah rawan banjir. Memang, hingga kini masih terdapat bangunan sekolah yang berada di kawasan rawan banjir sehingga membuat akses menuju sekolah dan KBM menjadi terhambat.
"Tapi, pada umumnya semua itu sudah diantisipasi. Seperti di SMPN 122 di Jakarta Utara yang akses jalannya terkena banjir, sudah kami antisipasi," kata Taufik Yudi, Rabu (18/11).
Disdik DKI Jakarta juga mengimbau kepada seluruh penyelenggara sekolah untuk menyiapkan konsep pemberian tugas tambahan kepada siswa. Sebab, dalam kondisi hujan lokal, penyelenggara sekolah masih bisa melaksanakan kegiatan belajar mengajar.
Namun, ketika terjadi banjir praktis KBM terganggu. Bahkan, terkadang beberapa bangunan sekolah juga berfungsi sebagai tempat pengungsian. Melihat kondisi ini, terpaksa sekolah harus diliburkan.
"Tentunya di saat seperti ini, sekolah memberlakukan pada siswanya untuk belajar di rumah dengan diberi berbagai tugas atau kegiatan," ujar Yudi.
Hal senada diungkapkan Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Pendidikan DKI Jakarta Didi Sugandi. Menurutnya, pada tahun 2008, terdapat sejumlah sekolah yang dijadikan tempat pengungsian.
“Tahun ini belum tahu sekolah mana yang dijadikan pengungsian," katanya.
Namun, dikatakan, banjir yang menerjang sekolah di Jakarta bukan dikarenakan kondisi lokasi daratan yang rendah, melainkan disebabkan oleh lingkungan sekitarnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar